Korban Banjir Bandang Sentani – Papua Semakin Bertambah

By | 20 March 2019

Agen Sepakbola, Agen Sepakbola Terpercaya, Bumi21, Poker, Bandar Judi, Bandar Judi Online, Bandar Judi terpercaya, Bandar Bola, Bandar Bola terpercaya, Bandar Judi Bola terpercaya, Papua, Sentani, Jayapura, Banjir, Banjir Bandang, Pegunungan, Pegunungan Cyclop, BNPB, Korban, Waibu, Distrik Sentani, Sentani Barat,

Bumi21, Agen Bola Terpercaya103 korban Tewas Banjir Bandang di Sentani – Papua.

Sentani,salah satu nama kota di Papua yang mememiliki arti “disini kami tinggal dengan damai”. Seperti dikutip dari dokumen lingkungan hidup dalam situs resmi papua.go.id, nama kota Sentani pertama kali disebutkan oleh seorang Pendeta bernama BL Bin ketika datang ke wilayah ini pada tahun 1898.

Sabtu (16 Maret 2019) hingga hari Minggu (17 Maret 2019) dini hari, kawasan Sentani, Jayapura, Papua diterjang banjir bandang. Bencana ini mengejutkan warga yang tengah beristirahat pada malam hinga dini hari itu. Kepolisian mencatat sebanyak 103 warga menjadi korban tewas dalam bencana banjir bandang di Sentani. Data korban bencana tersebut merupakan data terakhir yang di perbarui Polda Papua, Rabu (20 Maret 2019). Selain korban tewas, Kabid Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan 74 warga dilaporkan hilang oleh keluarganya. Kamal juga menuturkan jumlah keluarga yang terkena dampak bencana ini adalah 11.725 keluarga yang menempati Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat. Sedangkan korban luka ada 159 orang. Polda Papua mengerahkan 15 ekor anjing pelacak untuk pencarian jenazah korban yang masih tertimbun material lumpur pasir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Ketiga hal itu merupakan kombinasi dari faktor topografi, cuaca dan manusia. “Secara khusus, kami belum menemukan sebuah jawaban yang akurat, tetapi paling tidak ada 3 faktor,” ujar kepala BNPB Letjen TNI Beni Munardo di RS Bhayangkara Jayapura.

Untuk topografi, lanjut Beni, kemiringan cagar alam Cyclop yang menjadi kawasan hulu air sangat terjal. Selain itu, lapisan tanahnya sangat tipis dan di bawahnya terdapat bebatuan yang ditutupi oleh beberapa tanaman. Jikalau ada satu saja tanaman yang terpotong atau tercabut maka akan memudahkan terjadinya longsor. Apalagi dengan tingkat kecuraman diatas 40 derajat, maka unsur gravitasi membawa material dengan sangat cepat ke daerah yang lebih rendah.

Kedua,menurut Beni, adalah faktor cuaca. Dengan intensitas hujan sangat lebat yang berlangsung lebih dari lima jam menyebabkan kawasan cagar alam Pegunungan Cyclop tidak mampu lagi menampung debit air yang turun sehingga dengan cepat mengalir ke kawasan yang ada di bawahnya.

Sementara itu, dari sisi manusia, Beni mengungkap, sudah terjadi banyak alih fungsi lahan di kawasan cagar alam Cyclop sehingga kemampuan daya serap air terus melemah. “Kerusakan di Pegunungan Cyclop ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2003. Perambahan cagar alam oleh 43.030 jiwa atau753 keluarga sejak tahun 2003. Terdapat penggunaan lahan permukiman dan pertanian lahan kering campur pada DTA (DAS Sentani) banjir 2.415 hektare,” ucapnya.

Polisi akan melakukan audit komprehensif dengan menggandeng sejumlah ahli untuk menyelediki penyebab terjadinya bencana. Polisi juga akan menyelediki terkait pemberian izin pertambangan dan permukiman di kawasan tersebut

 

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *