Legenda Asal Usul 12 Macam Shio

By | 1 February 2017

Bumi21 - Situs Agen Judi Bola Online Terpercaya, Agen Bola Terpercaya, Casino Online, Poker Online, Legenda Asal Usul 12 Macam Shio.

Bumi21 – Zodiak China muncul pertama kali pada masa Dinasti Han, antara 206 Sebelum Masehi hingga 220 Masehi, dan sampai saat ini zodiak ini masih digunakan. Zodiak China ini dilambangkan dengan 12 macam hewan yang mewakili 12 siklus tahunan. Setiap hewan menandakan satu tahunan, dan disusun berdasarkan urutannya sehingga pada tahun ke-13, lambang hewan  ini akan kembali lagi pada urutan pertama dan seterusnya.

Dua belas macam hewan yang dijadikan shio ini, konon kabarnya mempunyai legendanya. Menurut cerita dan legenda tradisional China, zaman dahulu kala, manusia tidak tahu bagaimana caranya menghitung tahun, bulan, hari dan waktu. Oleh karena itu, manusia memohon dan berdoa kepada Kaisar Langit untuk meminta petunjuk.

Kaisar Langit kemudian menyelenggarakan perlombaan menyeberangi sungai yang digelar pada hari Ulang Tahunnya. Perlombaan yang digelar diperuntukkan untuk hewan-hewan yang berada di bumi. Untuk 12 hewan yang duluan mencapai titik akhir perlombaan akan dijadikan sebagai lambang nama tahun.

Pada masa itu, kucing dan tikus adalah teman baik. Tikus mengatakan kepada kucing, bahwa ia ingin memenangkan perlombaan, namun dia sadar akan tubuhnya yang kecil dan kemampuan berenangnya  yang kurang baik akan menyulitkannya. Kemudian si kucing pun memberikan saran, agar mereka bangun lebih cepat. Dan meminta bantuan si kerbau untuk membangunkan mereka, karena si kerbau biasanya bangun lebih pagi.

Pada hari perlombaan, sebelum matahari terbit, si kerbau pun membangunkan si tikus dan si kucing. Bahkan si kerbau juga menawarkan si tikus dan si kucing untuk duduk di atas badannya. Di tengah perjalanan, si tikus mendorong si kucing jatuh ke sungai sedangkan si kerbau tidak menyadari hal itu. Di saat hampir mendekati titik akhir, si tikus  kemudian melompat dari badan si kerbau dan dengan sekuat tenaga berlari mencapai titik akhir perlombaan. Akhirnya si tikus pun menjadi pemenang pertama yang mencapai titik akhir perlombaan, dan kemudian disusul oleh si kerbau di posisi kedua.

Beberapa saat kemudian  muncul si harimau dengan kondisi yang basah kuyup di urutan ke tiga. Kemudian si kelinci di urutan ke empat dengan gaya meloncatnya, melewati hewan-hewan di permukaan sungai yang juga ikut perlombaan. Disusul kemudian di posisi ke lima oleh si naga yang muncul dari langit, habis menyelesaikan tugas menurunkan hujan di daerah timur.

Muncul kemudian seekor ular besar dari padang rumput di urutan ke tujuh. Disusul kemudian oleh si kuda. Si kambing, si monyet dan si ayam yang tidak bisa berenang, saling bahu membahu dengan sepotong kayu besar untuk menyeberangi sungai. Akhirnya mereka berhasil mencapai titik akhir perlombaan dengan urutan ke delapan oleh si kambing, urutan ke sembilan oleh si monyet dan si ayam menduduki urutan ke sepuluh.

Urutan ke sebelas dicapai oleh si anjing dengan sifatnya yang suka bermain-main, meskipun memungkinkan dia untuk tiba lebih awal. Dan di urutan terakhir muncul si babi yang tidak disangka-sangka berhubung sifatnya yang paling malas beraktifitas.

Di saat Kaisar Langit sedang mengumumkan para pemenang perlombaan, muncul lah si kucing dengan badan yang basah kuyup dan menanyakan urutan ke berapa dia. Si kucing sangat marah  saat dia tahu pertandingan telah selesai. Si kucing marah sekali terhadap si tikus dan hampir melukainya dengan cakarnya.

Akibat kesalahan si tikus terhadap si kucing, maka dari itu si tikus selalu merasa ketakutan dan berlari menghindar di saat melihat si kucing.

 

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *