Sejarah Kue Keranjang

By | 12 January 2017

Bumi21 - Situs Agen Judi Bola Online Terpercaya, Agen Bola Terpercaya, Casino Online, Poker Online, Sejarah Kue Keranjang, Kue Bakul/Kue Keranjang Imlek.

Bumi21 – Sebentar lagi perayaan tahun baru Imlek akan tiba. Tradisi yang selalu identik dengan warna merah ini, ada satu makanan khas yang wajib harus ada di setiap perayaan Imlek, yaitu kue keranjang. Kue keranjang yang berasal dari kata ‘Nian Gao’, dalam dialek Hokkian disebut ‘Ti Kwe’. Kata ‘Nian’ berarti tahun, dan ‘Gao’ yang berarti kue, terdengar seperti kata tinggi. Jadi kue keranjang sering disusun tinggi dan bertingkat, yang diyakini mengandung makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.

Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket. Hal ini mengandung makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu dan merupakan simbol dari sebuah kegigihan, keuletan, daya juang dan perasaan pantang menyerah untuk hidup. Rasanya yang manis dari gula dan terasa legit pun menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

Proses pembuatan kue keranjang yang memakan waktu lama yaitu sekitar 11 – 12 jam juga mengandung makna, yaitu kesabaran, keteguhan hati, serta cita-cita untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Usaha yang begitu keras untuk membuatnya pun harus dilakukan dengan pikiran bersih dan jernih, penuh kesopanan serta konsentrasi tinggi sambil membebaskan hati dari prasangka buruk sehingga kue keranjang yang dibuat punya bentuk, rasa dan tekstur sempurna. Jika sebaliknya, maka kue yang dihasilkan akan terlihat lembek dan tidak bagus. Tidak semua orang bisa melakukan ini.

Kue keranjang bukan hanya sekedar tradisi saja, namun ada kisah yang melatarbelakanginya. Zaman dahulu, rakyat tiongkok percaya bahwa tempat masak dalam dapur di setiap rumah ada dewanya yang dikirim oleh Raja Surga. Dewa itu sering disebut dengan sebutan Dewa Tungku yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.

Setiap tahun, tanggal 24 bulan 12 (6 hari sebelum tahun baru Imlek), Dewa Tungku akan pulang ke surga untuk melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Supaya Dewa Tungku tidak murka, timbul gagasan dari rakyat  untuk memberikan hidangan yang bisa menyenangkan hati Dewa Tungku yaitu dengan membuat sesajian yang manis berupa kue yang dibuat dalam keranjang, maka disebutlah kue keranjang.

Tradisi ini pun dilakukan secara turun temurun setiap tahunnya hingga saat sekarang. Bentuknya yang bulat juga mengandung makna keluarga yang meerayakan Imlek dapat berkumpul semua setidaknya sekali dalam setahun, dan menjadi keluarga yang rukun, bersatu  dalam menghadapi tahun baru yang akan datang.

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *