Dubes Rusia untuk Turki Ditembak Mati

By | 20 December 2016

Bumi21 – Dubes Rusia untuk Turki, Andrey Karlov tewas ditembak saat dirinya sedang menyampaikan pidato di podium pada pembukaan pameran foto bertajuk “Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki” di gedung Cadgas Senat Merkezi, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov ditempatkan sebagai duta besar Rusia untuk Turki sejak Juli tahun 2013.

Penembak mati Dubes Karlov diketahui bernama Mevlut Mert Altintas, 22 tahun. Dia merupakan mantan perwira polisi Turki. Altintas berhasil masuk galeri seni yang dibuka Karlov dengan menggunakan ID (kartu pengenal) polisi. Dia mengenakan jas dan dasi layaknya polisi pengawal berseragam.

Bumi21, Agen Bola Terpercaya, Agen Judi Terpercaya, Dubes Rusia Untuk Turki Ditembak Mati, Dubes Rusia Andrey Karlov.

Dalam video milik CNN, dilansir pelaku terlihat berada persis di belakang Karlov saat korban tengah menyampaikan pidato. Menurut saksi, pelaku menembak Duta Besar dari belakang dan seketika itu juga Karlov terlihat berbaring di lantai. Usai menembakkan peluru ke Karlov, Altintas meneriakkan kata-kata Islami kemudian menyebut Allepo beberapa kali. “Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah! Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah,” teriak Altintas.

Segera setelah terjadinya penembakan, kepolisian yang berjaga di luar ruangan langsung mengepung Altantis. Baku tembak antara Altantis dengan pihak kepolisian berlangsung sekitar 15 menit sebelum akhirnya Altantis dipastikan tewas oleh aparat keamanan.

Menurut laporan NTV, selain Karlov, terdapat tiga korban lainnya. Namun, ketiganya hanya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Penembakan itu terjadi sehari sebelum diplomat dari Turki, Iran dan Rusia dijadwalkan bertemu di Moskow. Rencananya diplomat ketiga negara itu akan membahas situasi di kota Suriah yang terkepung dari Aleppo.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras pembunuhan terhadap Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Turki, Andrey Karlov oleh mantan polisi Turki di Ankara. Ergodan menyebut pembunuhan ini sebagai provokasi untuk merusak hubungan Rusia dan Turki.

Hubungan Rusia dan Turki telah cukup lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan. Pasukan Suriah yang didukung Rusia telah berjuang untuk menguasai bagian timur Aleppo dan memicu aliran pengungsi.

Rusia bersama Iran adalah pendukung kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menekan kelompok oposisi yang sebelumnya menguasai Aleppo Timur.

Konflik di Suriah memanas lagi dalam beberapa hari terakhir setelah Assad mengambil alih kembali Aleppo Timur dari penguasaan kelompok oposisi.

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *