AS Hentikan Penjualan Senjata ke Filipina, Duterte Memaki

By | 3 November 2016

Bumi21, Agen Bola Terpercaya, Agen Judi Terpercaya, AS Hentikan Penjualan 26 Ribu Senjata ke Filipina, Khawatir Pelanggaran HAM AS Hentikan Penjualan Senjata ke Filipina, Duterte sebut AS "Monyet" setelah Tolak Penjualan Senjata ke Filipina.

Bumi21 – Amerika Serikat dan Filipina sudah lebih dari 60 tahun berhubungan sebagai sekutu. Namun saat ini hubungan antara Washington dengan Manila tengah mengalami pasang surut.  Presiden Filipina Rodrigo Duterte marah besar setelah kritik muncul dari Presiden Barack Hussein Obama dan sejumlah pejabat lainnya atas perang terhadap narkoba yang menewaskan lebih dari 2.300 orang.

Sejak Rodrigo Duterte dilantik menjadi Presiden Filipina pada akhir Juni 2016, gerakan perang terhadap narkoba sangat tinggi. Ribuan orang telah tewas di luar operasi resmi kepolisian.

Duterte pun bersedia mencabut pakta pertahanan dengan sekutu lamanya itu jika diperlukan. Pernyataan itu dilontarkan dalam kunjungan kerjanya  ke Tokyo, Jepang, Rabu (26/10/2016). Duterte mengatakan agar pasukan AS keluar dari wilayah Filipina dalam tempo dua tahun. AS saat ini memiliki pangkalan di Filipina. Ada sejumlah pasukan khusus AS di sebelah selatan Mindanao, dalam misi membantu perlawanan terhadap terorisme.

Kantor berita Reuters, Selasa (1/11/2016) melaporkan, AS akan menghentikan rencana penjualan 26.000 pucuk senapan serbu kepada kepolisian Filipina karena khawatir disalahgunakan untuk tindakan di luar hukum, yang berpotensi melanggar hak azasi manusia.

Keputusan penghentian penjualan 26 ribu pucuk senjata serbu kepada kepolisian Filipina ini, dilakukan Departemen Luar Negeri AS setelah Senator Ben Cardin, politisi senior Demokrat yang berada di dalam Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS  mengatakan akan menentang transaksi dengan sekutu lama AS itu.

Duterte meluapkan kekesalannya pada Amerika Serikat yang menghentikan penjualan 26 ribu pucuk senapan dengan sebutan “bodoh” dan “monyet” untuk dalang di balik keputusan tersebut. Pernyataan keras Duterte semacam ini sudah menjadi rutinitas dalam setiap pidatonya. Dalam komentar terbarunya ini, Duterte mengaku dirinya sempat mempercayai AS, namun kini dia kehilangan rasa hormat untuk sekutu terbesar Filipina itu.

Menurut Presiden Duterte, Filipina bisa menemukan pasokan senjata dari negara lain jika AS menolak untuk bekerja sama.  Dia tidak peduli karena Rusia dan China bersedia menjadi pemasoknya.

 

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *