Sejarah Perayaan Kue Bulan

By | 5 September 2016

Bumi21, Agen Bola Terpercaya,, Perayaan Moon Cake, Sejarah Kue Bulan.Bumi21 – Bagi etnis suku Tionghoa atau masyarakat keturunan rakyat China, kue bulan bukan merupakan hal yang asing lagi. Di negeri asalnya, China, Moon Cake Festival atau perayaan Kue Bulan menjadi perayaan yang istimewa dalam menyambut musim gugur.

Festival Kue Bulan ini dirayakan setiap tahun tanggal 15 bulan 8 menurut perhitungan kalender lunar China ( Imlek). Pada hari itulah bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun (bulan purnama). Menurut kepercayaan, ini adalah suatu masa dimana bulan paling dekat dangan bumi, dan pada malam itu Dewi Bulan menampakkan dirinya.

Tradisi Kue Bulan ini menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan dirayakan oleh seluruh penduduk keturunan Tionghoa, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, kue bulan dikenal dalam dialek Hokkian nya, Gwee Pia atau Tiong Chiu Pia.

Kue Bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat yang melambangkan kebulatan dan keutuhan. Biasanya isi di dalamnya bagian kuning telur atau biji teratai. Telur melambangkan kesuburan dan biji teratai melambangkan simbol kebahagiaan.

Ada beberapa mitos dan legenda di balik perayaan Kue Bulan ini. Legenda yang paling terkenal adalah sang pemanah Huo Yi.

Dahulu kala masa pemerintahan Kaisar Yao, bumi memiliki 10 matahari yang membuat kekeringan dan pederitaan buat rakyat. Banyak panen yang gagal. Seorang pemanah handal bernama Hou Yi yang tidak diragukan lagi kehebatannya, diperintahkan oleh sang kaisar untuk memanah matahari tersebut. Akhirnya Hou Yi berhasil memanah 9 dari 10 matahari tersebut.

Bumi21, Agen Bola Terpercaya,, Perayaan Moon Cake, Sejarah Kue Bulan.

Hou Yi mempunyai seorang istri yang cantik jelita dan baik hati yang bernama Chang E. Mereka saling mencintai dan memiliki kehidupan cinta yang sempurna. Berkat keberhasilan Hou Yi memanah 9 matahari tersebut, maka ia pun diberi hadiah oleh sang kaisar berupa satu pil ajaib yaitu pil keabadian.

Hou Yi selalu berpesan kepada istri tercinta agar salalu menjaga pil tersebut dengan baik sewaktu dia pergi keluar untuk memanah.

Keberhasilan Hou Yi tersebar sampai kemana-mana. Dan sampailah berita tersebut kepada seseorang yang cemburu bernama Pheng Men dan berniat untuk mencuri pil tersebut.

Lalu Pheng Men menghampiri Chang E agar menyerahkan pil ajaib tersebut. Merasa dirinya tak sanggup untuk melawan Pheng Men yang sangat kuat dan bersenjata tajam, dan mengingat pesan dari suaminya untuk menjaga terus pil keabadian tersebut. Maka akhirnya Chang E menelan pil tersebut. Saat itu juga Chang E merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan dan langsung terbang ke bulan. Seketika itu juga bulan purnama di atas langit berbentuk bayangan cantik rupa Chang E.

Bumi21, Agen Bola Terpercaya,, Perayaan Moon Cake, Sejarah Kue Bulan.

Suaminya menyadari apa yang telah terjadi dengan sang istri dan dengan  kesedihan yang  mendalam, Hou Yi menghormati sang istri dengan menyuguhkan kue yang berbentuk bulat dan bundar di altar sang istri ( yang kita kenal sekarang dengan sebutan kue bulan ).

Karena besarnya cinta Hou Yi terhadap sang istri yang sudah pergi ke bulan, maka setiap tahun sekali Hou Yi berdoa dan memohon kepada dewa di langit agar mempertemukan kembali dia dengan sang istri.

Mulai dari saat itu masyarakat tionghoa terbiasa dengan perayaan kue bulan guna menghormati kisah legenda tersebut dan akhirnya berkembang turun temurun sampai sekarang.

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa kue bulan sebagai simbol keabadian, kesetian cinta, kebersamaan Dan oleh karena itu kue bulan berbentuk bulat dan tidak terputus satu sama lainnya.

Homepage Bumi21.com Daftar Bumi21.com Promo Bumi21.com

Salam hangat,
Bumi21.com
Agen bola terpercaya, Situs judi bola online terpercaya, casino online, poker online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *